Sukses UVO Tahap Kedua, Dinkop-UKM Jateng akan Gandeng Pihak Lainnya Gelar UVO Selanjutnya

Dipublikasikan oleh adminsmansa pada



SAMANSA.id SEMARANG – Sukses melangsungkan UKM Virtual Expo (UVO) tahap kedua, dengan tagline “Yes U Can, Ojo Sambat Ojo Kendo” pada 19-20 November 2020 lalu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Ema Rachmawati menuturkan kedepannya akan bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Bank Jateng, PRPP, dan lain sebagainya untuk menyelenggarakan virtual expo kembali. Selain itu juga akan terus menghidupkan UKM Mall Virtual yang digunakan untuk menyelenggarakan UVO. 

Ema mengatakan pelaksanaan UVO ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat, hal ini dibuktikan dengan adanya peraihan omzet pada UKM Virtual Expo tahap kedua yang melampaui Rp 3,7 miliar. Omzet ini dikatakan Ema setiap hari mengalami peningkatan. 

UVO tahap kedua ini diikuti oleh 152 UKM dengan jumlah produk fashion yang ada sebanyak 1.466 item, dimana produk yang ditawarkan merupakan produk-produk ready to wear seperti pakaian, kerudung, sepatu, tas dan aksesoris, baik untuk perempuan maupun laki-laki.  

“Sejak hari pertama pelaksanaan UVO 1 sampai saat ini, terdapat 2.768 produk usaha mikro kecil yang ada di dalam Mall Virtual UKM, dengan 9.500 pengunjung dan 3.464 email yang terdaftar,” ujar Ema kepada Tribun Jateng, Senin, (23/11/2020).

Adapun selama berlangsungnya UVO tahap kedua, Ema mengatakan rata-rata seluruh produk yang ditawarkan dibeli oleh pengunjung, diantaranya seperti produk dari JF Bag, Batik Muria, dan Yoga Art. 

Dengan para pembeli tidak hanya berasal dari Provinsi Jateng saja, melainkan hingga ke berbagai provinsi lainnya di Indonesia, bahkan juga sampai ke Hongkong. 

“Selain melalui UVO dan UKM Mall Virtual, terdapat beberapa dukungan lainnya yang saat ini tengah dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Jateng kepada UKM di Jateng,” imbuhnya. 

Beberapa dukungan lainnya diantaranya seperti melakukan kerjasama dengan Gojek untuk Festival makanan Jateng melalui banner Gojek, khususnya untuk UKM makanan dan minuman yang belum pernah masuk Gojek, bersama dengan Blibli juga sedang melakukan kurasi produk UKM makanan Jateng untuk masuk Galeri Indonesia Jateng di Blibli dan menyiapkan galeri UKM masing-masing kabupaten kota. 

Selain itu juga terdapat proses untuk Kembulan Digital, dimana mewujudkan 1.000 start up bisnis di Hetero Space. 

“Adapun baru saja kami juga melakukan MoU dengan Dinas Koperasi UKM DIY untuk pemanfaatan galeri koperasi UKM di Bandara Yogyakarta International Airport. Alhamdulillah produk kita masuk tanggal 10 Oktober lalu dan penjualan sampai akhir Oktober kemarin, tercatat mencapai Rp 17.460.000 dalam situasi ditengah masa pandemi seperti ini,” tandasnya. (*)

sumber: Tribun news jawa tengah


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *